Senin, 08 Juni 2020

Rangkuman Modul Praktikum Basis Data

Perkenalkan nama saya Nailal Kiroom Bi Dzikrilaah, saya lahir di Surabaya, 15 April 1997.
Saya berkuliah di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dan mengambil jurusan Teknik Informatika dan jika ingin mengenal lebih dalam tentang Universitas saya silahkan akses link berikut :
umsida.ac.id atau fst.umsida.ac.id


POKOK BAHASAN 1

 Basis Data, Model Data, Diagram E-R 

1.       Konsep Sistem Basis Data
Basis data adalah kumpulan data yang disimpan secara sistematis di dalam komputer dan dapat diolah atau dimanipulasi serta dapat diakses dengan mudah dan tepat menggunakan perangkat lunak (program aplikasi) untuk menghasilkan sebuah informasi.

2.       Konsep Model Data

Model data merupakan suatu cara untuk menjelaskan tentang data-data yang tersimpan dalam basis data dan bagaimana hubungan antar  data tersebut untuk para pengguna (user) secara logika. Secara garis besar model data dapat dikelompokkan menjadi 3 mcacam yaitu :
1.   Model Data Berbasis Objek (Object based data model)
Merupakan himpunan data dan relasi yang menjelaskan hubungan logik antar data dalam suatu basis data berdasarkan pada obyek datanya. Salah satunya adalah Entity Relationship Model.

2.  Model Data berbasis Record (Record Based Data Model)
Model ini berdasarkan pada record/rekaman untuk menjelaskan kepada para pemakai tentang logik antar data dalam basis data. Salah satunya adalah Relational model.

3.   Physical Based Data Model
Model ini berdasarkan pada teknis penyimpanan record dalam basis data. Model ini jarang digunakan untuk memodelkan data kepada pemakai karena kerumitan dan kompleksitasnya yang tinggi.

3.       Bahasa Basis data
Bahasa yang digunakan untuk mendefinisikan, mengelolah dan memanipulasi basis data dikelompokkan 3 macam yaitu :
1.     DDL (Data Definition Language) digunakan untuk mendefinisikan struktur dan kerangka dari basis data yang meliputi :
a.     Membentuk basis data, tabel, indeks.
b.     Mengubah struktur table.
c.     Menghapus basis data, tabel atau indeks.
2.     DML (Data Manipulation Language) digunakan untuk menjabarkan pemrosesan data pada basis data yang meliputi :
a.     Menambahkan atau menyisipkan data baru ke basis data
b.     Mengelolah data yang tersimpan dalam basis data (query)
c.     Mengubah dan menghapus data dalam basis data.
3.     DCL (Data Control Language) digunakan untuk pengaturan hak akses pengguna pada basis data yang meliputi :
a.     Menugaskan hak akses terhadap basis data kepada pengguna atau grup pengguna.
b.     Membatalkan hak akses pengguna terhadap basis data

4.       Entity Relationship Diagram (ER-D)
Merupakan model data yang dikembangkan berdasarkan obyek atau entitas. ER_D berguna membantu perancang atau analis sistem pada saat melakukan analisis dan perancangan basis data karena model ini dapat menunjukkan macam data yang dibutuhkan dan direlasikan antar data di dalamnya.

      Langkah-langkah merancang basis data perpustakaan :
      1.  Identifikasikan setiap entitas yang terlibat dengan membuat tabel daftar entitas.

Tabel 1.1 Daftar Entitas
No
Nama Entitas
1.
Anggota
2.
Buku
3.
Pengarang
4.
Penerbit

      2.     Lengkapi masing-masing entitas dengan atribut yang sesuai.

Tabel 1.2  Atribut masing-masing entitas
Entitas
Atribut yang diperlukan
Anggota
Kode_anggota, nama, alamat, email, telpon
Buku
Kode_buku, judul_buku, harga, tahun_terbit, pengarang, penerbit
Pengarang
Kode_pengarang, nama_pengarang
Penerbit
Kode_penerbit, nama_penerbit, nama_perusahaan, alamat, kabupaten, telpon

       3.     Tentukan primari key dari masing-masing entitas.

Tabel 1.3 Primary key
Entitas
Primary Key
Anggota
Kode_anggota
Buku
Kode_buku
Pengarang
Kode_Pengarang
Penerbit
Kode_Penerbit

     4.     Identifikasikan setiap kerelasian berikut jenisnya yag terjadi di antara entitas dengan membuat tabel daftar kerelasian antar entitas.

Tabel 1.4 Kerelasian antar entitas
Entitas yang berhubungan
Nama
Kerelasian
Jenis
Kerelasian
Representasi
Entitas I
Entitas II
Anggota
Buku
Meminjam
n-ke-n
File Peminjaman :
Id_peminjaman, kode_anggota, kode_buku, tanggal_pinjam, tanggal_kembali
Buku
Pengarang
Mengarang
n-ke-n
Penghubung :
Kode_pengarang dalam entitas buku
Buku
Penerbit
Menerbitkan
n-ke-1
Penghubung :
Kode_penerbit dalam entitas buku

   5. Gambarkan simbol-simbol entitas, atribut, dan kerelasian antar entitas secara jelas dan tidak bertabrakan.
Hasil ER_Diangram untuk basis data pengolahan data perpustakaan tanpa melibatkan atribut untuk setiap entitas sebagai berikut:



      6.     Gambarkan model konseptual dari ER_diagram diatas
Model konseptual digunakan untuk emperjelas relasi antara entitas satu dengan entitas lain menggunakan Primary key dan Foreign Key.


      7.     Membuat Kamus Data (Struktur Entitas)
Kamus data digunakan untuk menjabarkan struktur dari tabel atau entitas dan basis data.

Tabel 1.5 Anggota
No
Field
Type
Size
Keterangan
1.
Kode_anggota
Varchar
5
Primary Key
2.
Nama
Varchar
25

3.
Alamat
Varchar
50

4.
Email
Varchar
20

5.
Telpon
Varchar
15



Tabel 1.6 Buku
No
Field
Type
Size
Keterangan
1.
Kode_buku
Varchar
5
Primary Key
2.
Judul_buku
Varchar
35

3.
harga
Integer
5
Default 0
4.
Tahun_terbit
Varchar
5

5.
Kode_pengarang
Varchar
5
Foreign Key
6.
Kode_penerbit
Varchar
5
Foreign key

 Tabel 1.7 Pengarang
No
Field
Type
Size
Keterangan
1.
Kode_pengarang
Varchar
5
Primary Key
2.
Nama_pengarang
Varchar
35


Tabel 1.8 Penerbit
No
Field
Type
Size
Keterangan
1.
Kode_penerbit
Varchar
5
Primary Key
2.
Nama_penerbit
Varchar
25

3.
Nama_perusahaan
Varchar
50

4.
Alamat
Varchar
50

5.
Kabupaten
Varchar
25

6.
Telpon
Varchar
15


Tabel 1.9 Peminjaman
No
Field
Type
Size
Keterangan
1.
Id_pinjam
number
5
Auto increment
2.
Kode_anggota
Varchar
5
Foreign key
3.
Kode_buku
Varchar
5
Foreign key
4.
Tanggal_pinjam
Date

Default
5.
Tanggal_kembali
Date

Default


POKOK BAHASAN 2

Structured Query Language (SQL)

A.  SQL (Structured Query Language)
SQL merupakan suatu bahasa (language) standar menurut ANSI (American National Standards Institute) yang digunakan untuk mengakses basis data. SQL pertama kali diterapkan pada sistem R (sebuah proyek riset pada laboratorium riset San Jose, IBM). Kini SQL juga dijumpai pada berbagai platform, dari mikrokomputer hingga mainframe. SQL dapat digunakan baik secara berdiri sendiri maupun dilekatkan pada bahasa-bahasa lain seperti C dan Delphi. SQL juga telah menjadi bagian dari sejumlah DBMS, seperti Oracle, Sybase, MySQL dan Informix.

B.    Elemen SQL
Elemen dasar SQL mencakup pernyataan, nama, tipe data, konstanta, ekspresi, operator relasi, operator logika  dan fungsi bawaan.

C.   MySQL ( My Structured Query Language )
MySQL adalah Relational Database Management System (RDBMS) yang didistribusikan secara gratis di bawah license GPL (General Public License). Setiap orang bebas menggunakan MySQL tetapi harus bersifat open source. MySQL menggunakan bahasa SQL (Structured Query Language).

POKOK BAHASAN 3

Data Definition Language (DDL)

A.    Data Definiton Language (DLL)
DLL merupakan bagian dari sql yang digunakan untuk mendefinisikan struktur dan kerangka data dan obyek basis data. Bisa juga dikatakan merupakan kelompok perintah yang berfungsi untuk mendefinisikan atribut-atribut basis data, tabel, batasan-batasan terhadap suatu atribut, serta hubungan antar tabel.

                    Tabel 3.1 Perintah-perintah dalam DLL
Perintah
Keterangan
Create Database
Membuat basis data
Drop Database
Menghapus basis data
Create Table
Membuat tabel
Alter Table
Mengubah atau menyisipkan kolom ke dalam tabel
Drop Table
Menghapus tabel dari basis data
Create Index
Membuat Index
Drop Index
Menghapus Index


B.    Perintah-perintah DDL
Berikut ini perintah-perintah sql untuk Data Definiton Language :
a.     Membuat Database
Syntax :

CREATE DATABASE namadatabase;

Dimana : Nama database yang dibuat tidak boleh mengandung spasi dan tidak boleh memiliki nama yang sama dengan database lain di MySQL. Berikut ini perintah untuk membuat basis data dengan nama perpustakaan : 

mysql> create database perpustakaan;


b.     Menampilkan daftar Database
Untuk menampilkan daftar basis data yang ada di Mysql dapat menggunakan perintah :

SHOW DATABASES;
Berikut ini perintah untuk menampilkan daftar basis data:

mysql> show databases;   











c.     Menghapus Database
Untuk melakukan penghapusan terhadap basis data yang sudah dibuat.
Syntax :

DROP DATABASE namadatabase;

Dimana :
Database yang akan dihapus harus sesuai dengan nama database. Berikut ini perintah untuk menghapus database dengan nama perpustakaan :

Mysql> drop database perpustakaan;




d.     Mengaktifkan Database
Sebelum membuat suatu tabel, terlebih dahulu harus mengaktifkan database yang akan digunakan untuk menyimpan tabel-tabel tersebut dengan perintah

USE namadatabase;

karena database yang sudah dibuat telah dihapus maka buat kembali database perpustakaan. Kemudian aktifkan database tersebut dengan perintah :

Mysql> use perpustakaan;




POKOK BAHASAN 4

Data ManipulationLanguage (DML)

A.     Data Manipulation Language (DML)
Data Manipulation Language (DML) merupakan perintah-perintah yang berfungsi untuk melakukan manipulasi data ataupun objek-objek yang ada di dalam tabel. Antara lain perintah untuk memilih data (query), menyisipkan, mengubah dan menghapus data dalam basis data.

B.     Perintah DML sebagai berikut :
a.       Insert
Perintah INSERT digunakan untuk menambahkan baris pada suatu tabel.
Terdapat dua cara untuk menambahkan baris, yaitu :
Cara 1 :
Menambah baris dengan mengisi data langsung pada setiap kolom tanpa menyertakan struktur tabel.
INSERT INTO namatabel VALUES (nilai1,nilai2,nilai-n);
Cara 2 :
Menambah baris dengan menyertakan struktur tabel dalam mengisi data pada setiap kolom.
INSERT INTO namatabel (kolom1,kolom2,kolom-n) VALUES (nilai1,nilai2,nilai-n);

b.       Update
Perintah UPDATE digunakan untuk mengubah isis data pada satu atau beberapa kolom pada suatu tabel.
Syntax :
UPDATE namatabel SET kolom1 = nilai1, kolom2 = nilai2 [WHERE kondisi];
Perintah dalam tanda [ ] bersifat opsional untuk mengubah suatu baris dengan suatu kondisi tertentu. Berikut ini perintah untuk mengubah baris pada tabel pengarang dengan data sebagai berikut :
Mysql> select * from buku;

c.       SELECT
Perintah SELECT digunakan untuk menampilkan isi dari suatu tabel yang dapat dihubungkan dengan tabel yang lainnya.
1)      Menampilkan data untuk semua kolom menggunakan asterisk (*)
Syntax : SELECT * FROM namatabel;
Berikut ini perintah untuk menampilkan semua data pada tabel buku:
Mysql> select * from buku;

2)      Menampilkan data untuk kolom tertentu
Syntax : SELECT kolom1,kolom2,kolom-n FROM namatabel;
Berikut ini perintah untuk menampilkan data pada tabel buku dengan kolm yang ditampilkan adalah kolom kode_buku :
Mysql> select kode_buku from buku;

3)      Menampilkan data dengan kondisi data tertentu dengan klausa WHERE
Syntax : SELECT * FROM namatabel WHERE kondisi;
Berikut ini perintah untuk menampilkan data pada tabel buku dimana nilai pada kolom kode_buku adalah B001 :
Mysql> select * from buku where kode_buku=’B001’;

4)      Memberikan nama lain pada kolom
Syntax :
SELECT namakolomlama AS namakolombaru FROM namatabel;
Berikut ini perintah untuk memberikan nama lain pada kolom judul_buku menjadi judul pada tabel pengarang:
Mysql> select judul_buku as judul from buku;

5)      Menggunakan alias untuk nama tabel
Syntax :
SELECT nmalias.jenis, nmalias.harga FROM namatabel nmalias;
Berikut ini perintah untuk memberikan alias pada tabel buku :
Mysql> select j.judul_buku, j.harga from buku j;

6)      Menampilkan data lebih dari dua tabel
Syntax :
SELECT * from namatabel1,namatabel2,namatabel-n;
Isi tabel pengarang :
Mysql> select * from pengarang;

7)      SQL dengan GROUP BY dan HAVING
Klausa GROUP BY digunkan untuk melakukan pengelompokan data. Sebagai contoh, terdapat tabel buku dengan data sebagai berikut :
Mysql> select * from buku;

8)      ORDER BY
Klausa ORDER BY digunakan untuk mengurutkan data berdasarkan kolom tertentu sesuai dengan tipe data yang dimiliki.
Contoh : Perintah untuk mengurutkan data buku berdasarkan kolom judul.
Mysql> select *from buku order by judul;

d.       DELETE
Perintah DELETE digunakan untuk menghapus satu baris, baris dengan kondisi tertentu atau seluruh baris. Syntax :
DELETE FROM namatabel [WHERE kondisi1];

POKOK BAHASAN 5

Query dan View

A.     Query
Query merupakan suatu proses pengolahan data yang digunakan untuk memberikan hasil dari basis data berdasarkan kriteria tertentu. Query tidak hanya membaca atau mengambil data, query biasanya melibatkan beberapa tabel yang direlasikan dengan menggunakan field kunci. Namun query juga dapat digunakan pada satu tabel saja, tetapi hasilnya kurang informatif dan terbatas.
1.     Aturan dalam melakukan query antar tabel :
a.     Setiap field disebutkan bersama dengan nama tabelnya, dipisahkan tanda titik(.).
Syntax : Namatabel.namafield.
Contoh : buku.kode_buku artinya field kode_buku dari tabel buku.
b.     Setiap tabel yang terlihat dalam proses query harus disebutkan dalam klausa FROM, dengan pemisah koma (,). Dimana urutan tabel tidak mempengaruhi proses query.
Contoh : FROM buku, anggota.
c.     Kondisi dalam klausa WHERE mempengaruhi jenis join yang tercipta.

2.     Jenis-jenis join pada query :
a.     Operator Cross Join
Operator ini berguna untuk melakukan operasi penggabungan dengan perkalian kartesain. Namun penggabungan jenis ini jarang digunakan karena tidak menghasilkan nilai informasi yang efektif.
Contoh :
Select * from buku CROSS JOIN bagian LIMIT 5;
b.     Operator Inner Join
Inner join digunakan untuk menampilkan data dari dua tabel yang berisi data sesuai dengan syarat dibelakang on (tidak boleh null), dengan kata lain semua data dari tabel kiri mendapat pasangan data dari tabel sebelah kanan. Berikut ini perintah untuk menampilkan data dari tabel pengarang dan buku dengan syarat berdasarkan kolom kode_pengarang.
Contoh :
 Mysql> select * from pengarang join buku on (pengarang.kode_pengarang=buku.kode_pengarang);
c.     Operator Equijoin
Equijoin adalah penggabungan antar tabel dengan menggunakan operator ‘=’ pada kondisi klausa WHERE
Contoh :
Mysql> select buku.kode_buku, buku.judul_buku, pengarang.kode_pengarang, pengarang.nama_pengarang FROM buku, pengarang WHERE buku.kode_pengarang=pengarang, kode_pengarang;
d.     Operator Self Join
Self-join adalah jenis penggabungan antar field dari tabel yang sama. Untuk melakukan penggabungan self-join menggunakan alias.
Contoh:
Mysql> select a.kode_buku, b.judul_buku FROM buku a, buku b WHERE a.harga=’25000’ AND a.harga=’25000’;
e.     Operator Natural Join
Operator ini digunakan untuk melakukan operasi equijoin dengan memperlakukan nama-nama kolom yang sama sebagai kolom penghubung.
Contoh:
Mysql> SELECT buku.kode_buku, buku.judul_buku, pengarang.kode_pengarang , pengarang.nama_pengarang FROM buku NATURAl JOIN pengarang;
B.     VIEW
View adalah perintah querry yang disimpan pada database dengan suatu nama tertentu, sehingga bisa digunakan setiap saat untuk melihat data tanpa menuliskan ulang query tersebut.
Syntax dasar perintah untuk membuat view adalah sebagai berikut:
CREATE
[OR REPLACE]
VIEW view_name [(column_liat)]
AS select_statement
 Kita menggunakan opsi OR REPLACE jika kita ingin mengganti view dengan nama yang sama dengan perintah tersebut. Jika tidak, maka perintah CREATE VIEW akan menghasilkan error jika nama view yang ingin dibuat sudah ada sebelumnya.

POKOK BAHASAN 6
Data Control Language (DCL) / Hak Akses User

A.  Pemahaman Hak Akses
Basis data yang telah dibuat perlu diatur agar data selalu dalam keadaan aman dari pemakai yang tidak berhak. Pengaturan hak akses berguna dalam hal pembatasan pengaksesan suatu data, misalkan hanya pemakai tertentu yang bisa membaca atau pemakai lain justru dapat melakukan perubahan dan penghapusan data.

Macam-macam perintah yang terkait dengan hak akses adalah SELECT, INSERT, UPDATE, DELETE, REFERENCES, INDEX, CREATE, ALTER, dan DROP.

B.  Mengatur Hak Akses
Untuk MySQL versi 3.22. keatas dalam manajemen user dapat menggunakan perintah GRANT dan REVOKE untuk mengetahui hak akses pemakai (user).

1.     Perintah GRANT
Dipergunakan untuk membuat user baru dengan izin aksesnya.
Bentuk umum :
  
GRANT jenis_akses(“nama_kolom) ON nama_database TO nama_user IDENTIFIED BY “nama_password” [WITH GRANT pilihan_akses]

Atau

GRANT hak_akses ON namatabel TO pemakai;
Dimana :
·     Hak akses merupakan hak yang diberikan kepada pemakai berupa SELECT, INSERT saja atau keduanya. Bila hak akses lebih dari satu antar hak akses dipisahkan dengan koma(,).
·     Nama tabel, menyatakan nama tabel yang akan diakses dan diatur.
·     Pemakai, nama pemakai yang telah didaftarkan pada sistem database. Sejumlah pemakai bisa disebutkan dengan dipisahkan tanda koma (,).

Contoh :
Misalkan kita sebagai Administrator basis data yang mempunyai wewenang untuk mengatur hak akses para pemakai. Kita akan mengatur hak akses pengguna siska dan edi (sebagai user).

GRANT SELECT ON buku TO siska;



Perintah diatas digunakan untuk memberikan hak akses SELECT terhadap tabel buku kepada user siska sehingga user siska dapat menggunakan perintah SELECT untuk melakukan proses query pada tabel buku.

Hak akses lebih dari satu :
GRANT SELECT, INSERT, UPDATE, DELETE ON buku TO siska, edi;


2.     Perintah REVOKE

C.     Membatasi Hak Akses
Hak akses perlu dibatasi untuk memudahkan dalam mengatur dan mengawasi pemakaian data serta menjaga keamanan data.
Contoh :
Administrator akan memberikan hak akses kepada edi dalam melakukan query tabel buku untuk field tertentu saja. Perintahnya :

GRANT SELECT, UPDATE (kode_buku,judul_buku,tahun_terbit) ON buku TO edi;



Dari perintah diatas user arif hanya dapat melakukan SELECT dan UPDATE terhadap tiga field yaitu kode_buku,judul_buku,tahun_terbit.

D.  Hak Akses Penuh
Untuk memberikan hak akses penuh kepada pemakai, dapat memakai perintah klausa ALL PRIVILEGES. Tentunya dengan pemberian hak akses penuh kepada pemakai (user).
Contoh :
 GRANT ALL PRIVILEGES ON buku to siska;



E.  Hak Akses kepada Public
Untuk memberikan hak akses kepada banyak user dapat menggunakan klausa PUBLIC. Beberapa DBMS ada yang menggunakan klausa WORLD. Contoh :

GRANT SELECT, INSERT ON buku

F.  Pencabutan Hak Akses
1.     Pencabutan Hak Akses Sementara
Untuk melakukan pencabutan atau penghapusan hak akses user menggunakan perintah REVOKE. Perintah ini juga mampu melakukan pencabutan hak akses sebagian pemakai atau secara keseluruhan.
Bentuk umum :

REVOKE hak_akses ON nama_database FROM nama_user;

Atau

REVOKE hak_akses ON namatabel FROM nama_user;
Contoh :
Administrator ingin mencabut hak akses user siska, maka perintahnya :

REVOKE SELECT ON buku FROM siska;



2.     Perintah DELETE
Untuk menghapus user secara permanen dari basis data.

Sekian Rangkuman yang dapat saya ambil dari Praktikum Basis Data.
Bila ada salah dalam penulisan harap maklum.
Terima Kasih.