Perkenalkan nama saya Nailal Kiroom Bi Dzikrilaah, saya lahir di Surabaya 15 April 1997.
Saya berkuliah di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dan mengambil jurusan Teknik Informatika dan jika ingin mengenal lebih dalam tentang Universitas saya silahkan akses link berikut :
umsida.ac.id atau fst.umsida.ac.id
Bab 1 : Input/Output dan Jenis Data
Setiap program C++ mempunyai bentuk umum seperti dibawah,
yaitu :
#prepocessor
directive
Void main ()
{
//Batang
Tubuh Program Utama
}
Penjelasan :
Include
Adalah salah satu pengarah prepocessor directive yang
tersedia pada C++ Prepocessor selalu dijalankan terlabih dahulu pada saat
proses kompilasi terjadi. Bentuk umumnya :
#include<nama_file>
Tidak diakhiri dengan tanda
semicolon, karena bentuk tersebut bukanlah suatu bentuk pernyataan, tetapi
merupakan prepocessor directive. Baris tersebut menginstruksikan kepada
kompiler yang meyisipkan file lain dalam hal ini file yang berakhiran .h (file harder) yaitu file yang berisi
sebagai deklarasi contohnya :
#include<iostream.h> : diperlukan pada program yang melibatkan objek cout.
#include<conio.h> :
digunakan bila melibatkan clrscr(), yaitu perintah untuk membersihkan layar.
#include<iomanip.h> :
diperlukan bila melibatkan setw(), yang bermanfaat untuk mengatur lebar suatu
tampilan data.
Fungsi main ()
Fungsi ini menjadi awal dan
akhir eksekusi program C++. main adalah nama judul fungsi. Melihat bentuk
seperti itu dapat kita ambil kesimpulan bahwa batang tubuh program utama berada
didalam fungsi main( ). Berarti dalam setiap pembuatan program utama, maka
dapat dipastikan seorang pemrogram menggunakan minimal sebuah fungsi. Pembahan
lebih lanjut mengenai fungsi akan diterangkan kemudian. Yang sekarang coba
ditekankan adalah kita menuliskan program utama kita didalam sebuah fungsi
main().
Komentar
Komentar tidak pernah dicompile
oleh compiler. Dalam C++ terdapat 2 jenis komentar, yaitu :
Jenis 1 : /*Komentar anda diletakkan di dalam ini bisa
mengapit lebih dari satu baris*/
Jenis 2 : //Komentar anda diletakkan disini ( hanya bisa
perbaris )
Tanda semicolon
Tanda semicolon “ ; “
digunakann untuk mengakhiri sebuah pernyataan. Setiap pernyataan harus diakhiri
dengan sebuah tanda semicolon.
Contoh :
Tanda ” << ” merupakan sebuah operator yang disebut
operator “penyisipan/peletakan”
Mengenal cout (dibaca : C out)
Pernyataan
cout merupakan sebuah objek di dalam C++, yang digunakan untuk mengarahkan data
ke dalam standar output (cetak pada layar)
Contoh :
Tanda “ << ” merupakan sebuah operator
yang disebut operator “penyisipan/peletakan”
Contoh Program : Hello World!
#include <stdio.h>
void main ()
{
puts
("Hello world!");
}
Bab 2 : Struktur Pemrograman Pencabangan
Pencabangan adalah cara yang digunakan dalam program untuk mengambil keputusan ke satu kemungkinan True atau False dari beberapa kondisi.
Di dalam pemrograman kita harus dapat menentukan aksi apa yang harus dikerjakan oleh pemroses (processor) ketika sebuah kondisi terpenuhi, dengan menggunakan operasi logik.
Macam-macam Percabangan
1. If-else
Pernyataan Percabangan if-else digunakan untuk memecahkan persoalan untuk mengambil suatu keputusan diantara banyak pernyataan yang ada. Statement if digunakan untuk melakukan proses percabangan di dalam program.
2. Switch-case
Bentuk dari switch-case merupakan pernyataan yang dirancang khusus untuk menangani pengambilan keputusan yang melibatkan sejumlah atau banyak alternatif penyelesaian.
Contoh Program :
Pencabangan
tunggal: IF
#include<iostream.h>
main()
{
int
umur;
cout<<"Masukkan
umur kamu= ";
cin>>umur;
if
(umur >= 60)
cout<<"Selamat
siang mbah"<<endl;
cout<<"Salam
buat cucumu ya"<<endl;
cout<<"jadi
umurmu"<<umur<<"tahun";
}
Pencabangan
ganda: IF-ELSE
#include<iostream.h>
main()
{
int
N;
cout<<"Masukkan
nilai (0 s/d 100) = ";
cin>>N;
if(N>=60)
cout<<"Lulus"<<endl;
else
if (N<60)
cout<<"Tidak
Lulus"<<endl;
}
Flowchart adalah suatu bagan dengan simbol-simbol tertentu yang menggambarkan urutan proses secara mendetail dan hubungan antara suatu proses (instruksi) dengan proses lainnya dalam suatu program.
Bab 3 : Struktur Pemrograman Lompatan & Kalang
Sebuah
/ kelompok instruksi diulang untuk jumlah pengulangan tertentu. Baik yang
terdifinisikan sebelumnya ataupun tidak.
Struktur pengulangan
terdiri atas dua bagian :
1. Kondisi pengulangan yaitu ekspresi boolean yang harus
dipenuhi untuk melaksanakam pengulangan.
2. Isi atau badan pengulangan yaitu satu atau lebih
pertanyaan (aksi) yang akan diulang.
Perintah
atau notasi dalam struktur pengulangan adalah :
1. Pernyataan while
2. Pernyataan do..while
3. Pernyataan for
4. Pernyataan continue dan break
5. Pernyataan go to
Pernyataan
while
Pernyataan while merupakan salah satu pernyataan yang berguna untuk
memproses suatu pernyataan atau beberapa pernyataan beberapa kali. Pernyataan
while memungkingkan statemen-statemen yang ada didalamnya tidak dilakukan sama
sekali.
Bentuk umumnya :
While (kondisi)
{
Pernyataan;
}
Pernyataan
do…while
Pernyataan do…while mirip seperti pernyataan while, hanya saja pada
do…while pernyataan yang terdapat didalamnya minimal akan sekali
diesekusi.
Bentuk umumnya :
do
{
pernyataan;
} while(kondisi)
Pernyataan
for
Pernyataan for digunakan untuk menghasilkan pengulangan (looping)
beberapa kali tanpa penggunaan kondisi apapun. Pada umumnya looping yang
dilakukan oleh for telah diketahuin batas awal, syarat looping, dan
perubahannya.
Selama
kondisi terpenuhi, maka pertanyaan akan diesekusi.
Bentunya
umumnya :
for (inisialisasi;kondisi;perubahan)
{
Statemen;
}
Pernyataan
continue dan break
Pernyataan break akan selalu terlihat digunakan bila menggunakan
pernyataan switch. Pernyataan ini juga digunakan dalam loop. Bila pernyataan
ini diesekusi, maka akan mengakhiri loop dan akan menghentikan itrasi pada saat
tersebut.
Pernyataan go to
Pernyataan go to, diperlukan untuk melakukan suatu lompatan kesuatu
pernyataan yang di tandai dengan tanda “ : “ .
Bentuk umumnya :
Go to bawah;
Pernyataan1;
Pernyataan2;
Bawah:pernyataan 3;
Bab 4 : Struktur Pemrograman : Kalang
Contoh program : Tabel Kuadrat
#include<iostream.h>
#include<iomanip.h>
main()
{
int x=0;
cout << "x x
kuadrat\n";
while(x<=20)
{
cout << setw(3)
<< x << setw(8) << (x*x) << endl;
x++;
}
}
Contoh program : Kalang For untuk Perulangan
#include
<iostream.h>
void main()
{
int i;
for (i=1; i<=18; i++) {
cout
<<"kalang ke-" << i << endl;
}
}
Beikut fungsi dari kalimat perintah :
1. Simbol // berfungsi sebagai komentar dalam program / keterangan.
2. Break berfungsi mengeluarkan eksekusi compiler dari struktur program setelah suatu kondisi tertentu dipenuhi.
3. Continue berfungsi melanjutkan eksekusi compiler ke blok selanjutnya setelah suatu kondisi tertentu dipenuhi.
4. Setprecision() berfungsi sebagai manipulator yang digunakan untuk mengatur jumlah digit decimal yang inigin di tampilkan.
5. ios::fixed dan ios::scientific mempunyai fungsi yang sama yaitu format bilangan riil akan tetap dapat diubah dengan memanggil fungsi set atau unset diikuti argument ios::scientific atau ios::fixed.
6. fabs() berfungsi untuk menghitung nilai mutlak dari x; x bilangan real.
Bab 5 : Variabel Larik dan String
Contoh Program : Sekup Variabel dalan kalang FOR
#include
<iostream.h>
main()
{
int i = 5;
cout <<"di luar kalang i=
" << i << endl;
for (i=1; i<=10; i++) {
cout <<"di
dalam kalang i= " << i<< endl;
}
cout <<"di luar kalang i=
" << i << endl;
}
Berikut fungsi dari kalimat petintah :
Strlen() : Bentuk format strlen (const char*s),
berfungsi menghitung panjang string s
Strcpy() : Bentuk format strcpy (char*dest, const
char*src), berfungsi mengcopy string src ke dest
Strcat() : Bentuk format strcat (char*dest, const
char*src), berfungsi menambahkan kopian src ke bagian akhir dest
Strcmp() : Bentuk format strcmp (const char*s1, const
char*s2), berfungsi melakukan perbandingan s1 dengan s2
Strcspn() : Bentuk format strcspn (const char*s1,
const char*s2), berfungsi menemukan bagian awal string s1 yang mengandung s2
Strupr() : Bentuk format strupr (const char*s),
berfungsi mengubah string menjadi huruf capital (uppercase)
Strlwr() : Bentuk format strlwr (const char*s),
berfungsi mengubah string menjadi huruf biasa/kecil (lowercase)
Strrev() : Bentuk format strrev (const char*s),
berfungsi membalik semua karakter string, jadi huruf terakhir menjadi awal
Strset() : Bentuk format strset (const char*s, int ch), berfungsi
menset semua karakter dalam s ke ch
Bab 6 : Sorting (Pengurutan)
Contoh Program : Fungsi untuk memotong-motong program
#include <iostream.h>
#include <math.h>
int N;
float jumlah, rerata, peny, stdrdev, data[100];
void Masukkan_Data()
{
cout << "Banyaknya nilai = ";
cin >> N;
for (int i=0; i<N; i++)
{
cout << "NIlai ke-" << (i+1) << " = ";
cin >> data[i];
}
}
void Hitung_Rerata() {
jumlah = 0;
for (int i=0; i<N; i++) {
jumlah = jumlah+data[i];
}
rerata = jumlah/N;
}
void Hitung_Standar_Deviasi() {
peny = 0;
for (int i=0; i<N; i++) {
peny += (data[i] - rerata)*(data[i] - rerata);
}
stdrdev = sqrt(peny/(N-1));
}
void Tampilkan_Hasil() {
cout << "Jumlah = " << jumlah << endl;
cout << "Rerata = " << rerata << endl;
cout << "Standar Deviasi = " << stdrdev << endl;
}
main ()
{
Masukkan_Data();
Hitung_Rerata ();
Tampilkan_Hasil();
}
Kegunaan definisi fungsi tersebut adalah memberikan header baru sesuai keinginan kita, dimana dalam header tersebut terdapat fungsi yang dapat dipanggil.
Jadi kita dapat menambahkan suatu header jika suatu compiler tidak support terhadap fungsi yang kita gunakan.
Sekian rangkuman yang dapat saya ambil dari Praktikum Algoritma & Pemrograman.
Bila ada salah dalam penulisan harap maklum.
Terima kasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar